"Tengoklah kepada orang yang lebih rendah darimu, jangan tengok orang yang lebih tinggi. Itulah tembok yang kukuh agar kamu tidak hina pemberian Allah"

Weekend - Tanjung Bira

Setelah sekian lama nggak ngeblog, akhirnya disempatkan juga buat ketak-ketik di sini. akhir pekan kemarin, kami menhabiskan liburan di tanjung bira. Meski dah direncanakan jauh hari sebelumnya dan diprakarsai oleh rekan yang most wanted selama ini (Ary) disertai dengan undangan yang rada mengancam (liat aja isi smsnya :"yo kawan mobil dah dipesan yaa so ke biranya jadi yaa ga bisa direject lagi tuch kayanya") namun yang hadir berapa coba? huff, ntar juga kalian bakal tahu.

Berkat sms yang tak bisa ditawar2 lagi, meski kondisi keuangan sedang memprihatinkan, dibarengi dengan kondisi cuaca Makassar yang hujan tanpa henti, kulangkahkan kaki meski itu berat (kakinya aja udah berat banget). Karena tidak ingin menzalimi saudara kalau terlalu lama menunggu, saya set keberangkatan agar telat 1/2 jam, harapannya dah pada ngumpul. Namun harapan hanyalah harapan, mungkin memang sudah takdirku dinobatkan untuk selalu menunggu..... di warung gaoel tante smansa, di bawah derasnya hujan, sepiring mie kering porsi jumbo menemaniku menunggu, sesekali kuselingi dengan update status FB bernada sindiran kepada teman2. Beruntung, korlapnya menggunakan facebook Mobile Text sehingga status2ku terkirim langsung ke inbox nya via sms, walhasil saya cuma menunggu sekitar 1 jam an (coba bayangkan kalo saya ga update status! ck ck ck)


Kekhawatiran rencana ini batal sempat muncul, sudah ada dikepala niat untuk membatalkan, namun tak tega rasanya menyampaikan setelah Ila n Cido datang. meski sudah berusaha mendatangkan yang lainnya sambil menunggu Bos Ary, namun yang bisa hanyalah orang2 ini. Sempat pesimis juga rasanya, "Wah, boring banget liburan ke luar kota cuma berempat" (belakangan diketahui kalau fikiran itu juga yang merasuki teman2 yg lain). Namun sekilas semua berubah saat Ary datang, dengan semangat nya ia berkata "BRANGKAT!!!!" tanpa basa-basi, walhasil, inilah kami yang berangkat ke Bira hari itu:


Meski hanya berempat, kami berusaha membuat suasananya jadi fun..... RIBUT lah kuncinya, menutupi kegalauan di hati, hahahahahhahaha. Sebelum meninggalkan kota Makassar, kita mampir dulu beli buah buat oleh2 seseorang di sana.
Makassar, Gowa, Takalar dilalui dengan mulus dan gembira, sulit dipercaya baha kami betul2 berangkat ke Bira. Rencana yang sempat dua kali dibatalkan akhirnya tercapai juga walau sedikit (mikir, patungan sewa mobil n bensinnya berapa neh? mana mobilnya dicarter 2 hari lagi, pan udah dibilangin kalo lagi kering wkwkwkwkwkwk). Jeneponto, persinggahan kita yang pertama....... pak supir lagi laper, penumpangnya juga ikutan, meski sebenernya dah nahan mules dari tadi. Kita singgah dulu makan Gogos n telur asin skalian mengeluarkan zat2 yg ga penting dalam tubuh :D



Kenyang, perjalanan dilanjutkan..... kami berencana menjemput seorang teman di kota Jeneponto, LINA, nama teman kami itu, lengkapnya Herlina S, yang pertama laku diantara kami dan sudah dianugerahi seorang putra bernama Fakhri, not Fakhryadi Amran. Ini dia nih momen saat bertamu di humz nya:

Meski tak berhasil membawa kabur Lina dari suaminya, kami dah cukup senang bisa mengunjungi teman, sahabat n saudara kami. Maaf Lina, kasian cucianmu kalo ko tinggalkan, hehehehehhehehe.

Perjalanan dilanjutkan, Jeneponto, Bantaeng n Bulukumba dilalui. meski tak sempat mengejar indahnya sunset di pantai Bira namun alhamdulillah kami bisa sampai juga disana, melihat2 sekitar pantai..... indah walau di malam hari, dan beruntungnya,


Belum puas belanja souvenir, niat ngeborong esok hari sudah tertanam di dada, kami kembali ke arak kota bulukumba untuk beristirahat dan kembali lagi ke Bira esok pagi. Alhamdulillah, kami tidak perlu mengeluarkan sepeserpun untuk biaya penginapan dan Makan tentunya :D, meski di sepanjang pantai Bira banyak penginapan n bungalo, kami memilih yang gratisan meski harus kembali menempuh perjalanan 40 Km kembali ke arah Bulukumba "Ujung Loe", d rumah saudara dekat Cido' kita nginap gratis beserta makan malam, pagi n siang besok, kkkkkkk.......
sambil beberes n mengunggu makan malam, kita menunggu kedatangan salah seorang kawan yang dah jadi abdi negara di sana, SUPRATMAN namanya, n we call him.... 'Pak Lurah'. Jadilah kita berlima sekarang, makan malam bersama lalu seperti biasa, maen Joker:



Bosen maen kartu, kita ngobrol2 bentar dan (ada sesuatu namun tak layak untuk diceritakan di sini) kami pun istirahat, Pak Lurah kembali ke rumahnya karena masih harus melanjutkan permainan domino hingga setengah 4 pagi.

Surprise,......... kami bisa tepat waktu, bakun pagi2 dan bersiap2 menuju Bira kembali, Pak Lurah pun datang tepat waktu. sambil berbenah, ga lengkap rasanya kalo nggak foto2:


dan, kita BRANGKAT!!!!!



Kemudi diambil alih oleh Pak Lurah, meski dia membawanya dengan sedikit lebih kencang namun masih under control, perjalanan dapat ditempuh lebih cepat, dan serunya lagi, loket pembayaran diterobos aja sama dia....... hahahahahah masuk gratis lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!
Indahnya pantai pasir putih Tanjung Bira tidak lantas membuat kami berlarian menuju bibirnya, semua karena tekad kami semalam untuk ngeborong soevenir2nya, so kita taar-menawar lagi deh, sementara Pak Lurah lagi nyari t4 buat kita berteduh ntar, mmmmmm serba gratis:


Tanjung Bira memang salah satu pilihan tempat berlibur yang asyik bersama teman, sahabat atau keluarga. Indah bersih pantainya membuat betah berada di sana. Rasa senangnya susah diungkapkan, biarlah momen2 di bawah ini mewakili betapa enjoy nya kami hari itu:


Inilah segelintir kegiatan yang kami lakukan di Pantai Pasir putih tanjung bira. Walau kuantitasnya dikit, tapi kualitas liburannya dunk......., Bahagia,.........., sebagai bukti kebahagian kami, kami persembahkan ini untuk kalian:


Dan memori di pantai bira sungguh sangat indah, buat anda yang belum pernah bertandan ke sana, masukkanlah Tanjung Bira sebagai daerah wisata yang wajib kalian kunjungi, tentunya bersama teman, sahabat atau keluarga kalian. Keindahan pantai pasir putih tanjung bira akan memikat hati kalian,  tentunya untuk menjaga keindahannya, perlu perhatian dari pemerintah.

Dan Liburan kali ini kami akhiri dengan perjalanan pulang ke Makassar dengan tumpukan belanjaan di jok belakang :"Hikmah dari hanya sedikit yang ikut" :D




Oh iya, sebelum sampai ke Makassar kita sempat ganti supir lho, soalnya supir kami buta, ga bisa ngeliat kalo malem, aku juga gitu, kalo malem aku nggak bisa ngeliat dengan jelas, kalo siang aku nggak bisa ngemudiin mobil, wkwkwkwkwkwkwkwkw.


1 komentar:

kita ngobrol2 bentar dan (ada sesuatu namun tak layak untuk diceritakan di sini)...bagian yg mencengangkan plus z lanjut lagi kan ma iLa dengan gangguan ketokanmu didinding kamar,...heheheh,ada yang lucu bla;D

eh,..foto-mu yang jadi bagian kreatifitas kita2,apa ndak "porno" buat dipublikasikan???padahal z sudah nahan2 buat upload yang itu;)


ceedo^_*

Poskan Komentar

Ayo, isi comment, jangan ragu-ragu!!!